Assalamu'alaikum..
Astaghfirullah.. Hari ini!! Saya yang bukan tenaga pendidik dan juga bukan TU di lembaga pendidikan, ikut ruwet mikir memasukkan data dari sekolah dekat sini di situsnya depag emispendis.kemenag.go.id.
Jadi begini ceritanya, Kementrian agama kita hari ini lagi pingin punya data tentang lembaga pendidikan formal/ non formal, negeri/swasta, diseluruh indonesia. Seluruh lembaga pendidikan tu tadi di beri password untuk login dan diinstruksikan untuk mengisikan data-data tentang sekolahnya ( data siswa, tenaga pendidik, data lembaga pendidikan dll. ) di situs emis pendis di atas tadi.
Yang menjengkelkan :::
Suatu ketika saya login, dan memasukkan data dari sekolah xx. Setelah 80% data saya masukkan, saya simpan dan saya logout dari situs emis pendis tersebut. Berencana besok saya lanjutkan pengisian datanya. Esok kemudian >> Laptop saya nyalakan - modem dicolokkan - buka google chrome - buka situs emispendis - log in.
Sambil nggu loading saya buka2 20% lembaran data sekolah yang belum saya masukkan. "ting" log in selesai - geser scrol bar ke atas bawah nyari sekolah xx. Setelah masuk ke folder sekolah xx................
Hah???? mana data2 yang kemarin tak masukkan?? kok ganti semua namanya???
berusaha tenang dan saya buka salah satu detail siswa. Loh.. kok jadi ada yang namanya Andri xxxxxxxx kelahiran tasikmalaya alamat tasikmalaya. loh... kok.. loh...
kok...
Loh...
Astaghfirullah... dataku ancur. ya, ancur. gak tahu kok bisa ancur dan siapa yang ancuri.
Oke, sekali jatuh dua kali aku akan bangun. data aku masukkan lagi, save- log out.
Sore tak buka lagi bermaksud melanjutkan kekurangan tadi pagi, dan apa yang terjadi???
Dataku ancur lagi. Ada yang namanya ganti itulah.. inilah...orang bandunglah.. cimahilah..
Argh... padahal besok kudu selesai. (kata si Kepala sekolah xx )
akhirnya waktu ketemu bu Kepala sekolah xx aku bilang apa adanya, " Maaf Bu, belum selesai. Sebenarnya semua data sudah saya masukkan, namun setelah beberapa saat morat-marit bu.. saya coba lagi, morat marit lagi Bu.." semua alasan saya sampaikan. Dan Alhamdulillah beliau tidak terlalu mempermasalahkannya. " Nanti saya mau rapat dengan kepala sekolah se kabupaten xx, biar nanti saya konsultasikan dengan kepla sekolah yang lain." Jawab Bu Kepala Sekolah.
Siang udah lewat>>
Bu Kepala Sekolah dateng lagi .." Mas, tadi saya konsultasikan kepada kepala sekolah yang lain, dan katanya juga sama. Banyak kepala sekolah lain yang mengalami kejadian yang sama, Kok bisa ya mas..?? "
Aku jawab, "Kurang tahu juga Bu... hehe"
Hahahaa...........
ternyata gak aku aja yang pusing mikir emis.
Gini kawan... ada 1 hal yang sangat kurang pas menurutku.
Password login itu berlak untuk 1 KKM (kecamatan). Padahal 1 KKM ada banyak sekali lembaga pendidikan.
Gimana kalo yang buka ternyata salah mengedit data milik sekolahan lain??
Ya kalo yang tahu passwordnya orang-orang baik aja?
Ya kalo gak ada yang usil??
Lha kan... tuh kan...
Tulisan kali ini sengaja saya tulis untuk sharing dengan pendidik-pendidik atau TU sekolah atau yang lain yang kebetulan dapat tugas untuk memasukkan data emis pendis sekolahan masing-masing.
Kalian gak sendirian dalam kesulitan ini.
Saya yakin ribuan sekolah lain mengalami keruwetan yang sama. wkwkwkwk
Saran untuk Kementrian agama :
Pak/Bu Kemenag.. Pak/Bu pembuat/pengelola website emispendis.kemenag yang saya hormati, kalau membikin website ya mbok yang punya sistem keamanan yang baik.. masak password per KKM (kecamatan). disini sangat rentan kerancuan data...
Kalu dengan sistem sekarang ini, saya yakin target Kemenag untuk pembuatan database online tidak akan tercapai. dan akan terus Rancu!!
Cukup sekian..
Wassalamu'alaikum..
